Sambutan Manajer Pendidikan

Nur Asiyah

Manajer Pendidikan

Sambutan Manajer Pendidikan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Alhamdulillahirobbil ‘alamin, segenap rasa syukur ini hanya tertuju kepada Allah SWT semata atas semua karunia dan nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita semua. Sholawat dan salam terlimpahkan kepada kekasih Allah SWT, manusia agung pilihan Allah SWT, pembimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya dan keselamatan hidup di dunia hingga akhirat, Rosulullah Muhammad SAW. Beliau-lah satu-satunya suri teladan terbaik yang telah Allah SWT karuniakan untuk seluruh umat manusia. Salam dan kesejahteraan semoga tercurahkan kepada keluarga dan para sahabatnya, serta kaum muslimin yang senantiasa istiqomah meniti jalan kebenaran dan keridhoan Allah SWT. Aamiin.


Alhamdulillah, hampir 20 tahun Allah ijinkan Sekolah At Taufiq berdiri untuk ikut serta berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, bermutu dan berdaya saing dalam percaturan dunia. Sekolah At Taufiq hadir untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya, mulai dari jenjang TKIT-SDIT-SMPIT dan SMAIT. InsyaAllah, dengan ijin dari Allah SWT dan dukungan masyarakat luas, ke depannya nanti At Taufiq akan memiliki perguruan tinggi untuk menjamin ketersinambungan proses pendidikan yang holistik dan lebih nyata dalam hadirkan generasi islami sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, bermutu dan berdaya saing global. 


Alhamdulillah sejak tahun 2002 hingga sekarang, Sekolah At Taufiq telah terukir di relung hati masyarakat Kota Bogor sebagai mitra keluarga dalam mendidik putra putri tercinta melalui proses pendidikan yang kental dengan balutan nilai-nilai keislaman. Semua berkat bimbingan dan karunia Allah SWT, kerja sungguh-sungguh dan kerja ikhlas dari semua pihak untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan generasi muda calon pemimpin masa depan. 


Hingga saat ini telah banyak prestasi yang telah diukir oleh siswa, guru dan tenaga kependidikan mulai dari tingkat kota, propinsi, nasional hingga internasional. Kepercayaan masyarakat terus meningkat tahun demi tahun. Ini adalah amanah besar yang perlu terus dijaga, dipupuk dan terus ditingkatkan sehingga tidak hanya kepuasan seluruh stakeholder yang kita raih, namun juga keberkahan dan keridhoan Allah SWT atas semua usaha yang telah dilakukan. 


Zaman terus berkembang dengan cepat, dunia pendidikan pun demikian. Saat ini kita berada dalam tatanan era 4.0 dan 5.0, dimana penggunaan internet dan teknologi sudah menjadi suatu kebutuhan dalam setiap sendi kehidupan. Sekolah perlu terus berbenah mengikuti perkembangan jaman agar dapat menebarkan banyak kebermanfaatan dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh stake holdernya. Semua harus belajar dan berbenah bila tak ingin terlindas perkembangan zaman. Insan-insan pendidikan terus mengembangkan diri, meng-upgrade potensi dan kompetensi diri, terus belajar menjadi insan pembelajar sepanjang hayat. Jangan pernah berhenti tunaikan perintah Rosulullah Muhammad SAW. Jauh-jauh hari Allah SWT melalui Rosulullah Muhammad SAW telah menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh ummat manusia, terutama bagi kita seorang muslim.

 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ


”Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah no 224)


Ilmu Allah SWT sangat luas tak bertepi, lebih luas dari hamparan alam semesta yang terbentang di daratan dan lautan, bahkan ruang angkasa. Tak pernah kering untuk dibaca, diteliti dan dan dituliskan. “Andaikan lautan menjadi tinta dan pepohonan menjadi pena, tetap tidak akan cukup untuk menulisnya”. Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan dan memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang-orang beriman dan gemar mencari ilmu. 


“... Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11).


Islam mengajarkan dan memerintahkan setiap orang untuk terus belajar, mengembangkan diri, memaksimalkan potensi yang telah Allah tanamkan dalam setiap diri manusia tanpa kecuali. Tugas kita adalah mengembangkannya untuk kebaikan, kesuksesan, kebahagiaan dan keselamatan diri dan orang lain, dalam urusan dunia maupun akhirat. 


Sebagai pendidikan tak ada pilihan lain selain terus belajar dan mengembangkan potensi diri untuk bisa membantu anak-anak didik kita menemukan kesenangan, kesuksesan, kebermaknaan dan kebahagiaan dalam belajar. Bagaimana menghadirkan pembelajaran yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu anak (curiosity), menggelitik daya nalar kritisnya (critical thinking), jeli melihat permasalahan dan peluang untuk kemudian menemukan hal-hal baru dan bermanfaat bagi lingkungan kehidupannya. 


Suasana kemerdekaan belajar perlu dihadirkan untuk mendorong munculnya kreativitas, kemandirian, tanggungjawab dan kepemimpinan peserta didik.Paradigma baru pendidikan, mindset, strategi dan metode belajar baru yang mampu mendorong anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis solutif, keberanian untuk mencoba hal-hal baru yang pada akhirnya memunculkan ide-ide kreatif dan menantang dirinya untuk menemukan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat. Keberanian mengambil keputusan yang dilandasi pertimbangan matang dan melibatkan Allah dalam setiap keputusan yang diambilnya, akan menjadikan siswa menjadi orang-orang cerdas dan bijak sepanjang hidupnya.


Kemampuan komunikasi efektif dan berkolaborasi dengan orang lain adalah salah satu keterampilan penting untuk membangun kesuksesan bersama. Dalam era industri 4.0 dan 5.0 akan membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan banyak pihak, lintas sektoral, lintas disiplin ilmu dan lintas geografi. Kesuksesan bersama lebih berarti ketimbang kesuksesan seorang diri. Nilai-nilai kebersamaan, persahabatan dan saling support satu sama lain untuk tumbuh bersama sangat kental diperlukan untuk terus dilatihkan pada setiap proses belajar anak pada segala usia.


Guru open minded, siap belajar, adaptif dan sigap melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik dari sisi ruhiyah maupun fikriyah. Kemampuan profesional, pendekatan, strategi, metode belajar yang digunakan seorang pendidik akan membantu anak-anak untuk mudah dan berhasil dalam proses belajar. Namun Kekuatan kepribadian dan ruhiyah seorang pendidik sangat kuat mempengaruhi kualitas anak-anak yang dihasilkan.


Sekolah At Taufiq mengembangkan kurikulum sekolah dengan kurikulum nasional sebagai acuan dasar, disamping kurikulum khas untuk mencapai visi misi sekolah dan lembaga. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersambungan kurikulum dari jenjang TKIT, SDIT, SMPIT dan SMAIT sebagai jaminan kualitas pendidikan di Sekolah At Taufiq. 


Sekolah mengembangkan kurikulum untuk mencapai visi pendidikan dan membangun pusat keunggulan di masing-masing jenjang pendidikan yang merupakan satu kesatuan rangkaian proses yang tak terpurus guna menghasilkan generasi islami yang unggul, berprestasi dan memiliki keunggulan global. Kekhasan dan keunggulan yang dikembangkan untuk capai cita visi dan standar kompetensi lulusan sekolah At Taufiq memenuhi kriteria insan At Taufiq, yaitu insan religius, sosial-berakhlakul karimah dan pemimpin dalam setiap kebaikan.


Kurikulum yang dikembangkan berpusat pada pengembangan potensi dan kompetensi diri peserta didik dan selaras dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia yang tertuang dalam undang-undang Sisdiknas no 20 th 2003 pasal 3, yaitu “Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”


Prinsip pendidikan yang humanis, yang memahami dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik sesuai isu penting pada setiap tahapan perkembangan seorang individu yang unik sesuai fitrahnya, menjadi dasar dalam rancang bangun proses pendidikan yang dikembangkan. “Allah sebagai tujuan dan pusat dari segala aktivitas” menjadi sendi utama yang melandasi proses berpikir dan bertindak setiap civitas sekolah, baik siswa, guru, pemimpin sekolah maupun orang tua sebagai mitra strategis dalam proses pendidikan.


Tiga pilar pendidikan, yaitu sekolah, rumah dan masyarakat perlu bersinergi untuk bersama-sama, bahu membahu dan saling support satu sama lain untuk menghadirkan proses pendidikan yang islami, holistik integratif dan berkelanjutan. Sehingga mampu melahirkan out put dan outcome pendidikan yang berkualitas dan melahirkan pemimpin-pemimpin muslim yang mampu bersaing dan berkiprah tidak hanya secara nasional, namun juga di tingkat regional dan internasional. Semua itu akan tercapai bila 3 pilar pendidikan ini secara ikhlas karena Allah melakukan sinergi dan bahu membahu untuk mewujudkannya sekuat hati.


Kami mengucapkan terima kasih, jazakumullah khoiron katsir kepada seluruh guru, tenaga kependidikan dan orang tua siswa yang telah memberikan dukungan dan bekerja sama dalam membimbing dan mendampingi putra-putri tercinta. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi amal sholih dan pemberat timbangan kebaikan di yaumil akhir. Aamiin. 


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh